{"id":768,"date":"2023-03-08T21:16:00","date_gmt":"2023-03-08T14:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768"},"modified":"2023-03-08T21:16:00","modified_gmt":"2023-03-08T14:16:00","slug":"adakan-kuliah-tamu-psj-uns-hadirkan-dosen-dari-kyushu-university","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768","title":{"rendered":"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSJ UNS-Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Urban Rural Design and Conservation (URDC Labo) Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS mengadakan kuliah tamu, Selasa (7\/3\/2023). Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-47 UNS ini merupakan kerja sama dengan Interdisciplinary Graduate School of Engineering Science (IGSES)&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.kyushu-u.ac.jp\/en\/\">Kyushu University<\/a>, Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber yang dihadirkan yaitu Prof. Dr. Eng. Aya Hagishima dari IGSES Kyushu University. Dalam materinya, Prof. Aya menyampaikan materi mengenai \u2018Towards Realizing Carbon Neutral Buildings Recent Policy Implementation and Research Progress in Japan\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDi Jepang, ada bangunan tradisional berkonsep rumah kayu, yaitu Todai-ji Temple di Nara. Strukturnya terbuat dari kayu semua dan memiliki lantai yang berada di atas tanah,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"770\" src=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2023\/07\/HMS08261-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-770\" \/><figcaption>Pemaparan materi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"775\" src=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2023\/07\/HMS08295-3-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-775\" \/><figcaption>Sambutan Kepala PSJ UNS<\/figcaption><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan bahwa model rumah atau bangunan seperti itu dapat menjaga kelembapan ruangan. Jika udara sedang dingin, kayu dapat membengkak sehingga mencegah kelembapan masuk ke ruangan. Sementara, saat udara di luar sedang panas, kayu dapat mengerut sehingga angin dapat masuk ke dalam ruangan. <br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cNamun, saat ini di Jepang, setiap rumah pasti memiliki banyak peralatan listrik yang mengonsumsi energi, seperti microwave dan AC. Terjadi peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tapi saat ini masyarakat sudah mulai paham tentang konsep zero energy house. Mereka mulai memasang panel surya di atap-atap rumah mereka,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai negara penghasil emisi CO2 terbanyak ke-5 di dunia, Jepang juga berkomitmen untuk meminimalkan greenhouse gas (GHG). Sebanyak 85% emisi di Jepang dihasilkan oleh emisi CO2 dan sebanyak 31,8% emisi CO2 tersebut berasal dari sektor bangunan, baik domestik maupun bisnis. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya dalam mereduksi emisi tersebut, salah satunya melalui&nbsp;<em>zero energy house<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSalah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memodulasi udara panas dalam ruangan melalui desain arsitektur. Bisa dilakukan dengan membuat ventilasi di setiap ruangan agar udara dapat dikendalikan, misal saat musim panas, udara panas dapat keluar dengan lancar. Sementara, saat musim dingin, ruangan dapat menahan suhu hangat di dalamnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PSJ UNS-Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Urban Rural Design and Conservation (URDC Labo) Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS mengadakan kuliah tamu, Selasa (7\/3\/2023). Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-47 UNS ini merupakan kerja sama dengan Interdisciplinary Graduate School of Engineering Science (IGSES)&nbsp;Kyushu University, Jepang. Narasumber yang dihadirkan yaitu Prof. Dr. Eng. Aya Hagishima dari IGSES Kyushu University. Dalam materinya, Prof. Aya menyampaikan materi mengenai \u2018Towards Realizing Carbon Neutral Buildings Recent Policy Implementation and Research Progress in Japan\u2019. \u201cDi Jepang, ada bangunan tradisional berkonsep rumah kayu, yaitu Todai-ji Temple di Nara. Strukturnya terbuat dari kayu semua dan memiliki lantai yang berada di atas tanah,\u201d jelasnya. Ia menjelaskan bahwa model rumah atau bangunan seperti itu dapat menjaga kelembapan ruangan. Jika udara sedang dingin, kayu dapat membengkak sehingga mencegah kelembapan masuk ke ruangan. Sementara, saat udara di luar sedang panas, kayu dapat mengerut sehingga angin dapat masuk ke dalam ruangan. \u201cNamun, saat ini di Jepang, setiap rumah pasti memiliki banyak peralatan listrik yang mengonsumsi energi, seperti microwave dan AC. Terjadi peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tapi saat ini masyarakat sudah mulai paham tentang konsep zero energy house. Mereka mulai memasang panel surya di atap-atap rumah mereka,\u201d imbuhnya. Sebagai negara penghasil emisi CO2 terbanyak ke-5 di dunia, Jepang juga berkomitmen untuk meminimalkan greenhouse gas (GHG). Sebanyak 85% emisi di Jepang dihasilkan oleh emisi CO2 dan sebanyak 31,8% emisi CO2 tersebut berasal dari sektor bangunan, baik domestik maupun bisnis. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya dalam mereduksi emisi tersebut, salah satunya melalui&nbsp;zero energy house. \u201cSalah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memodulasi udara panas dalam ruangan melalui desain arsitektur. Bisa dilakukan dengan membuat ventilasi di setiap ruangan agar udara dapat dikendalikan, misal saat musim panas, udara panas dapat keluar dengan lancar. Sementara, saat musim dingin, ruangan dapat menahan suhu hangat di dalamnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":769,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University - psj lppm<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University - psj lppm\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PSJ UNS-Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Urban Rural Design and Conservation (URDC Labo) Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS mengadakan kuliah tamu, Selasa (7\/3\/2023). Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-47 UNS ini merupakan kerja sama dengan Interdisciplinary Graduate School of Engineering Science (IGSES)&nbsp;Kyushu University, Jepang. Narasumber yang dihadirkan yaitu Prof. Dr. Eng. Aya Hagishima dari IGSES Kyushu University. Dalam materinya, Prof. Aya menyampaikan materi mengenai \u2018Towards Realizing Carbon Neutral Buildings Recent Policy Implementation and Research Progress in Japan\u2019. \u201cDi Jepang, ada bangunan tradisional berkonsep rumah kayu, yaitu Todai-ji Temple di Nara. Strukturnya terbuat dari kayu semua dan memiliki lantai yang berada di atas tanah,\u201d jelasnya. Ia menjelaskan bahwa model rumah atau bangunan seperti itu dapat menjaga kelembapan ruangan. Jika udara sedang dingin, kayu dapat membengkak sehingga mencegah kelembapan masuk ke ruangan. Sementara, saat udara di luar sedang panas, kayu dapat mengerut sehingga angin dapat masuk ke dalam ruangan. \u201cNamun, saat ini di Jepang, setiap rumah pasti memiliki banyak peralatan listrik yang mengonsumsi energi, seperti microwave dan AC. Terjadi peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tapi saat ini masyarakat sudah mulai paham tentang konsep zero energy house. Mereka mulai memasang panel surya di atap-atap rumah mereka,\u201d imbuhnya. Sebagai negara penghasil emisi CO2 terbanyak ke-5 di dunia, Jepang juga berkomitmen untuk meminimalkan greenhouse gas (GHG). Sebanyak 85% emisi di Jepang dihasilkan oleh emisi CO2 dan sebanyak 31,8% emisi CO2 tersebut berasal dari sektor bangunan, baik domestik maupun bisnis. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya dalam mereduksi emisi tersebut, salah satunya melalui&nbsp;zero energy house. \u201cSalah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memodulasi udara panas dalam ruangan melalui desain arsitektur. Bisa dilakukan dengan membuat ventilasi di setiap ruangan agar udara dapat dikendalikan, misal saat musim panas, udara panas dapat keluar dengan lancar. Sementara, saat musim dingin, ruangan dapat menahan suhu hangat di dalamnya,\u201d tambahnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"psj lppm\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-08T14:16:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/HMS08341-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"psj\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"psj\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768\"},\"author\":{\"name\":\"psj\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\"},\"headline\":\"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University\",\"datePublished\":\"2023-03-08T14:16:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768\"},\"wordCount\":325,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/HMS08341-scaled-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Tak Berkategori\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768\",\"name\":\"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University - psj lppm\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/HMS08341-scaled-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-03-08T14:16:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/HMS08341-scaled-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/HMS08341-scaled-1.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1440},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=768#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/\",\"name\":\"psj lppm\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\",\"name\":\"psj\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"psj\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University - psj lppm","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University - psj lppm","og_description":"PSJ UNS-Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Urban Rural Design and Conservation (URDC Labo) Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS mengadakan kuliah tamu, Selasa (7\/3\/2023). Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-47 UNS ini merupakan kerja sama dengan Interdisciplinary Graduate School of Engineering Science (IGSES)&nbsp;Kyushu University, Jepang. Narasumber yang dihadirkan yaitu Prof. Dr. Eng. Aya Hagishima dari IGSES Kyushu University. Dalam materinya, Prof. Aya menyampaikan materi mengenai \u2018Towards Realizing Carbon Neutral Buildings Recent Policy Implementation and Research Progress in Japan\u2019. \u201cDi Jepang, ada bangunan tradisional berkonsep rumah kayu, yaitu Todai-ji Temple di Nara. Strukturnya terbuat dari kayu semua dan memiliki lantai yang berada di atas tanah,\u201d jelasnya. Ia menjelaskan bahwa model rumah atau bangunan seperti itu dapat menjaga kelembapan ruangan. Jika udara sedang dingin, kayu dapat membengkak sehingga mencegah kelembapan masuk ke ruangan. Sementara, saat udara di luar sedang panas, kayu dapat mengerut sehingga angin dapat masuk ke dalam ruangan. \u201cNamun, saat ini di Jepang, setiap rumah pasti memiliki banyak peralatan listrik yang mengonsumsi energi, seperti microwave dan AC. Terjadi peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tapi saat ini masyarakat sudah mulai paham tentang konsep zero energy house. Mereka mulai memasang panel surya di atap-atap rumah mereka,\u201d imbuhnya. Sebagai negara penghasil emisi CO2 terbanyak ke-5 di dunia, Jepang juga berkomitmen untuk meminimalkan greenhouse gas (GHG). Sebanyak 85% emisi di Jepang dihasilkan oleh emisi CO2 dan sebanyak 31,8% emisi CO2 tersebut berasal dari sektor bangunan, baik domestik maupun bisnis. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya dalam mereduksi emisi tersebut, salah satunya melalui&nbsp;zero energy house. \u201cSalah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memodulasi udara panas dalam ruangan melalui desain arsitektur. Bisa dilakukan dengan membuat ventilasi di setiap ruangan agar udara dapat dikendalikan, misal saat musim panas, udara panas dapat keluar dengan lancar. Sementara, saat musim dingin, ruangan dapat menahan suhu hangat di dalamnya,\u201d tambahnya.","og_url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768","og_site_name":"psj lppm","article_published_time":"2023-03-08T14:16:00+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1440,"url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/HMS08341-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"psj","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"psj","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768"},"author":{"name":"psj","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01"},"headline":"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University","datePublished":"2023-03-08T14:16:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768"},"wordCount":325,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/HMS08341-scaled-1.jpg","articleSection":["Tak Berkategori"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768","name":"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University - psj lppm","isPartOf":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/HMS08341-scaled-1.jpg","datePublished":"2023-03-08T14:16:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#primaryimage","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/HMS08341-scaled-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/HMS08341-scaled-1.jpg","width":2560,"height":1440},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=768#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Adakan Kuliah Tamu, PSJ UNS Hadirkan Dosen dari Kyushu University"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/","name":"psj lppm","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01","name":"psj","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"psj"},"sameAs":["http:\/\/psj.lppm.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?author=1"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/768\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}