{"id":735,"date":"2022-07-15T17:20:00","date_gmt":"2022-07-15T10:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735"},"modified":"2022-07-15T17:20:00","modified_gmt":"2022-07-15T10:20:00","slug":"pusat-studi-jepang-uns-dampingi-paduan-suara-mahasiswa-voca-erudita-ke-kancah-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735","title":{"rendered":"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\"><strong>UNS, lppm.psj.uns.ac.id \u2013 <\/strong>Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita UNS (VE UNS) mengikuti ajang kompetisi paduan suara tingkat internasional yaitu \u201c<em>4<sup>th<\/sup> Tokyo International Choir Competition<\/em>\u201d di Tokyo, Jepang. Sebuah kehormatan bagi Voca Erudita dapat tampil dalam <em>Opening Concert<\/em> ini bersama 2 paduan suara dari Jepang, (28\/07\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Voca Erudita membawakan 6 lagu dengan berbagai <em>style<\/em> antara lain, Indonesia Pusaka; Besame Mucho (lagu berbahasa Spanyol); Segalariak (lagu berbahasa basque); Paris Barantai (lagu daerah Banjar, Kalimantan); Luk Luk Lumbu (Jawa Timur) dan Bungong Jeumpa (Aceh). Opening Concert ini sekaligus menjadi sarana Voca Erudita melaksanakan misi budaya dengan membawakan beberapa lagu daerah yang ditampilkan dengan koreografi khas dari daerah-daerah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Perjalanan Voca Erudita menuju kompetisi ke Jepang yaitu salah satunya menggaet PSJ UNS dalam pembekalan Bahasa Jepang nya. VE UNS mendapat kelas Kenal Budaya Jepang bersama PSJ UNS selama 4 kali pertemuan. VE UNS belajar bahasa Jepang secara dasar untuk digunakan sehari-hari dan pelafalan nya saja. Sebabnya salah satu lagu yang dikompetisikan juga berbahasa Jepang. Selain itu VE UNS juga belajar tentang budaya Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Salah satu anggota VE, Rana mengatakan \u201cLumayan susah belajar bahasa Jepang, karena <em>pronounce-<\/em>nya sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia, jadi perlu penyesuaian. Selain itu, kosakatanya juga tidak banyak yang serapan, jadi cukup sulit dihafal. Tapi tetep seru dan pengalaman tersendiri\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">\u201cAlhamdulillah kami senang, karena sangat membantu untuk kehidupan kami disini. Seperti belajar kata sapaan, terima kasih dan lain-lain. Ketika kami bisa menggunakan bahasa Jepang, rasanya senang sekali\u201d imbuhnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Saat belajar bahasa Jepang yang digarap oleh Lira Anindita Utami, S.Ds., M.Phil., Ph.D lulusan Chiba University kini berprofesi Dosen FSRD UNS dan Alghiffari mahasiswa FEB UNS mendapat tanggapan menarik dari anggota VE saat belajar Bahasa Jepang bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Lira menyampaikan bahwa sangat senang dapat sharing pengalaman waktu di Jepang, bisa membantu hal-hal yang memang dibutuhkan, plus bisa mendengar teman-teman VE berlatih. Cukup menjadi healing moment buat Lira.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pringgo Widyo Laksono, selaku dosen yang mendampingi rombongan menyampaikan bahwa untuk TICC 2022 kali ini, Voca Erudita membawa 37 singer, 2 conductor, 1 official dan seorang dosen pendamping.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Opening Concert berlangsung meriah dengan penampilan sesi 1 : Happy Melody (Jepang), disusul penampilan&nbsp; sesi 2: Voces Fidelis (Jepang) dan ditutup penampilan sesi 3 oleh Voca Erudita (Indonesia).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Voca Erudita dibantu oleh mas Cahyo Wisnu Rubiyanto, alumni UNS yang sedang studi Doktor di Gifu University, Jepang untuk menjadi MC dalam bahasa Jepang ketika Voca Erudita tampil, sehingga arti dari setiap lagu yang dibawakan semakin tersampaikan kepada para penonton yang menyaksikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Setelah Opening Concert selesai, Voca Erudita menerima tepuk tangan dan sorakan penonton seperti &#8220;Subarashii&#8221; yang berarti \u201cLuar Biasa\u201d, bahkan terdapat beberapa orang yang mengaku bahwa mereka menangis saat mendengarkan lagu Indonesia Pusaka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Salah satu warga Jepang, Kawai Suzuki menyampaikan \u201c&#8230;Nyanyian serta gerakam tariannya sangat luar biasa kompak yang dilakukan satu grup besar. Semua lagu yang ditampilkan sangat mengagumkan dan gerakan tariannya sangat membuat lagu itu menjadi lebih hidup, keren banget!\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">PSM Voca Erudita UNS menyabet gelar <em>Champion of Mixed Choir Category, Champion of Contemporer Category, dan Champion of Folklore Category<\/em>. Selain itu, Voca Erudita juga berhasil memperoleh penghargaan lain, yaitu <em>Best Interpretation of Mixed Choir Compulsory Song \u201cAki Kaze Ni\u201d, Best Interpretation of Contemporary Song Category \u201cUnder The Sea\u201d, dan Best Interpretation of Baroque Choral Works \u201cDie Himmel Erzahlen Die Ehre Gottes\u201d.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Selain PSM Voca Erudita UNS, PSJ UNS harap-harap dapat membantu para unit kegiatan didalam universitas maupun memperluas jaringan dalam berkegiatan di luar kampus UNS. Semoga VE UNS terus bekerja sama dengan PSJ UNS. -AI<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNS, lppm.psj.uns.ac.id \u2013 Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita UNS (VE UNS) mengikuti ajang kompetisi paduan suara tingkat internasional yaitu \u201c4th Tokyo International Choir Competition\u201d di Tokyo, Jepang. Sebuah kehormatan bagi Voca Erudita dapat tampil dalam Opening Concert ini bersama 2 paduan suara dari Jepang, (28\/07\/2022). Voca Erudita membawakan 6 lagu dengan berbagai style antara lain, Indonesia Pusaka; Besame Mucho (lagu berbahasa Spanyol); Segalariak (lagu berbahasa basque); Paris Barantai (lagu daerah Banjar, Kalimantan); Luk Luk Lumbu (Jawa Timur) dan Bungong Jeumpa (Aceh). Opening Concert ini sekaligus menjadi sarana Voca Erudita melaksanakan misi budaya dengan membawakan beberapa lagu daerah yang ditampilkan dengan koreografi khas dari daerah-daerah tersebut. Perjalanan Voca Erudita menuju kompetisi ke Jepang yaitu salah satunya menggaet PSJ UNS dalam pembekalan Bahasa Jepang nya. VE UNS mendapat kelas Kenal Budaya Jepang bersama PSJ UNS selama 4 kali pertemuan. VE UNS belajar bahasa Jepang secara dasar untuk digunakan sehari-hari dan pelafalan nya saja. Sebabnya salah satu lagu yang dikompetisikan juga berbahasa Jepang. Selain itu VE UNS juga belajar tentang budaya Jepang. Salah satu anggota VE, Rana mengatakan \u201cLumayan susah belajar bahasa Jepang, karena pronounce-nya sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia, jadi perlu penyesuaian. Selain itu, kosakatanya juga tidak banyak yang serapan, jadi cukup sulit dihafal. Tapi tetep seru dan pengalaman tersendiri\u201d \u201cAlhamdulillah kami senang, karena sangat membantu untuk kehidupan kami disini. Seperti belajar kata sapaan, terima kasih dan lain-lain. Ketika kami bisa menggunakan bahasa Jepang, rasanya senang sekali\u201d imbuhnya.&nbsp; Saat belajar bahasa Jepang yang digarap oleh Lira Anindita Utami, S.Ds., M.Phil., Ph.D lulusan Chiba University kini berprofesi Dosen FSRD UNS dan Alghiffari mahasiswa FEB UNS mendapat tanggapan menarik dari anggota VE saat belajar Bahasa Jepang bersama. Lira menyampaikan bahwa sangat senang dapat sharing pengalaman waktu di Jepang, bisa membantu hal-hal yang memang dibutuhkan, plus bisa mendengar teman-teman VE berlatih. Cukup menjadi healing moment buat Lira. Pringgo Widyo Laksono, selaku dosen yang mendampingi rombongan menyampaikan bahwa untuk TICC 2022 kali ini, Voca Erudita membawa 37 singer, 2 conductor, 1 official dan seorang dosen pendamping. Opening Concert berlangsung meriah dengan penampilan sesi 1 : Happy Melody (Jepang), disusul penampilan&nbsp; sesi 2: Voces Fidelis (Jepang) dan ditutup penampilan sesi 3 oleh Voca Erudita (Indonesia). Voca Erudita dibantu oleh mas Cahyo Wisnu Rubiyanto, alumni UNS yang sedang studi Doktor di Gifu University, Jepang untuk menjadi MC dalam bahasa Jepang ketika Voca Erudita tampil, sehingga arti dari setiap lagu yang dibawakan semakin tersampaikan kepada para penonton yang menyaksikan. Setelah Opening Concert selesai, Voca Erudita menerima tepuk tangan dan sorakan penonton seperti &#8220;Subarashii&#8221; yang berarti \u201cLuar Biasa\u201d, bahkan terdapat beberapa orang yang mengaku bahwa mereka menangis saat mendengarkan lagu Indonesia Pusaka. Salah satu warga Jepang, Kawai Suzuki menyampaikan \u201c&#8230;Nyanyian serta gerakam tariannya sangat luar biasa kompak yang dilakukan satu grup besar. Semua lagu yang ditampilkan sangat mengagumkan dan gerakan tariannya sangat membuat lagu itu menjadi lebih hidup, keren banget!\u201d ungkapnya. PSM Voca Erudita UNS menyabet gelar Champion of Mixed Choir Category, Champion of Contemporer Category, dan Champion of Folklore Category. Selain itu, Voca Erudita juga berhasil memperoleh penghargaan lain, yaitu Best Interpretation of Mixed Choir Compulsory Song \u201cAki Kaze Ni\u201d, Best Interpretation of Contemporary Song Category \u201cUnder The Sea\u201d, dan Best Interpretation of Baroque Choral Works \u201cDie Himmel Erzahlen Die Ehre Gottes\u201d. Selain PSM Voca Erudita UNS, PSJ UNS harap-harap dapat membantu para unit kegiatan didalam universitas maupun memperluas jaringan dalam berkegiatan di luar kampus UNS. Semoga VE UNS terus bekerja sama dengan PSJ UNS. -AI<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":736,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan-psj-uns"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional - psj lppm<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional - psj lppm\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"UNS, lppm.psj.uns.ac.id \u2013 Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita UNS (VE UNS) mengikuti ajang kompetisi paduan suara tingkat internasional yaitu \u201c4th Tokyo International Choir Competition\u201d di Tokyo, Jepang. Sebuah kehormatan bagi Voca Erudita dapat tampil dalam Opening Concert ini bersama 2 paduan suara dari Jepang, (28\/07\/2022). Voca Erudita membawakan 6 lagu dengan berbagai style antara lain, Indonesia Pusaka; Besame Mucho (lagu berbahasa Spanyol); Segalariak (lagu berbahasa basque); Paris Barantai (lagu daerah Banjar, Kalimantan); Luk Luk Lumbu (Jawa Timur) dan Bungong Jeumpa (Aceh). Opening Concert ini sekaligus menjadi sarana Voca Erudita melaksanakan misi budaya dengan membawakan beberapa lagu daerah yang ditampilkan dengan koreografi khas dari daerah-daerah tersebut. Perjalanan Voca Erudita menuju kompetisi ke Jepang yaitu salah satunya menggaet PSJ UNS dalam pembekalan Bahasa Jepang nya. VE UNS mendapat kelas Kenal Budaya Jepang bersama PSJ UNS selama 4 kali pertemuan. VE UNS belajar bahasa Jepang secara dasar untuk digunakan sehari-hari dan pelafalan nya saja. Sebabnya salah satu lagu yang dikompetisikan juga berbahasa Jepang. Selain itu VE UNS juga belajar tentang budaya Jepang. Salah satu anggota VE, Rana mengatakan \u201cLumayan susah belajar bahasa Jepang, karena pronounce-nya sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia, jadi perlu penyesuaian. Selain itu, kosakatanya juga tidak banyak yang serapan, jadi cukup sulit dihafal. Tapi tetep seru dan pengalaman tersendiri\u201d \u201cAlhamdulillah kami senang, karena sangat membantu untuk kehidupan kami disini. Seperti belajar kata sapaan, terima kasih dan lain-lain. Ketika kami bisa menggunakan bahasa Jepang, rasanya senang sekali\u201d imbuhnya.&nbsp; Saat belajar bahasa Jepang yang digarap oleh Lira Anindita Utami, S.Ds., M.Phil., Ph.D lulusan Chiba University kini berprofesi Dosen FSRD UNS dan Alghiffari mahasiswa FEB UNS mendapat tanggapan menarik dari anggota VE saat belajar Bahasa Jepang bersama. Lira menyampaikan bahwa sangat senang dapat sharing pengalaman waktu di Jepang, bisa membantu hal-hal yang memang dibutuhkan, plus bisa mendengar teman-teman VE berlatih. Cukup menjadi healing moment buat Lira. Pringgo Widyo Laksono, selaku dosen yang mendampingi rombongan menyampaikan bahwa untuk TICC 2022 kali ini, Voca Erudita membawa 37 singer, 2 conductor, 1 official dan seorang dosen pendamping. Opening Concert berlangsung meriah dengan penampilan sesi 1 : Happy Melody (Jepang), disusul penampilan&nbsp; sesi 2: Voces Fidelis (Jepang) dan ditutup penampilan sesi 3 oleh Voca Erudita (Indonesia). Voca Erudita dibantu oleh mas Cahyo Wisnu Rubiyanto, alumni UNS yang sedang studi Doktor di Gifu University, Jepang untuk menjadi MC dalam bahasa Jepang ketika Voca Erudita tampil, sehingga arti dari setiap lagu yang dibawakan semakin tersampaikan kepada para penonton yang menyaksikan. Setelah Opening Concert selesai, Voca Erudita menerima tepuk tangan dan sorakan penonton seperti &#8220;Subarashii&#8221; yang berarti \u201cLuar Biasa\u201d, bahkan terdapat beberapa orang yang mengaku bahwa mereka menangis saat mendengarkan lagu Indonesia Pusaka. Salah satu warga Jepang, Kawai Suzuki menyampaikan \u201c&#8230;Nyanyian serta gerakam tariannya sangat luar biasa kompak yang dilakukan satu grup besar. Semua lagu yang ditampilkan sangat mengagumkan dan gerakan tariannya sangat membuat lagu itu menjadi lebih hidup, keren banget!\u201d ungkapnya. PSM Voca Erudita UNS menyabet gelar Champion of Mixed Choir Category, Champion of Contemporer Category, dan Champion of Folklore Category. Selain itu, Voca Erudita juga berhasil memperoleh penghargaan lain, yaitu Best Interpretation of Mixed Choir Compulsory Song \u201cAki Kaze Ni\u201d, Best Interpretation of Contemporary Song Category \u201cUnder The Sea\u201d, dan Best Interpretation of Baroque Choral Works \u201cDie Himmel Erzahlen Die Ehre Gottes\u201d. Selain PSM Voca Erudita UNS, PSJ UNS harap-harap dapat membantu para unit kegiatan didalam universitas maupun memperluas jaringan dalam berkegiatan di luar kampus UNS. Semoga VE UNS terus bekerja sama dengan PSJ UNS. -AI\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"psj lppm\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-15T10:20:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/20220713_161152-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"psj\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"psj\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735\"},\"author\":{\"name\":\"psj\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\"},\"headline\":\"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional\",\"datePublished\":\"2022-07-15T10:20:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735\"},\"wordCount\":577,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/20220713_161152-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Kegiatan PSJ UNS\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735\",\"name\":\"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional - psj lppm\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/20220713_161152-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2022-07-15T10:20:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/20220713_161152-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/20220713_161152-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1920},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=735#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/\",\"name\":\"psj lppm\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\",\"name\":\"psj\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"psj\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional - psj lppm","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional - psj lppm","og_description":"UNS, lppm.psj.uns.ac.id \u2013 Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita UNS (VE UNS) mengikuti ajang kompetisi paduan suara tingkat internasional yaitu \u201c4th Tokyo International Choir Competition\u201d di Tokyo, Jepang. Sebuah kehormatan bagi Voca Erudita dapat tampil dalam Opening Concert ini bersama 2 paduan suara dari Jepang, (28\/07\/2022). Voca Erudita membawakan 6 lagu dengan berbagai style antara lain, Indonesia Pusaka; Besame Mucho (lagu berbahasa Spanyol); Segalariak (lagu berbahasa basque); Paris Barantai (lagu daerah Banjar, Kalimantan); Luk Luk Lumbu (Jawa Timur) dan Bungong Jeumpa (Aceh). Opening Concert ini sekaligus menjadi sarana Voca Erudita melaksanakan misi budaya dengan membawakan beberapa lagu daerah yang ditampilkan dengan koreografi khas dari daerah-daerah tersebut. Perjalanan Voca Erudita menuju kompetisi ke Jepang yaitu salah satunya menggaet PSJ UNS dalam pembekalan Bahasa Jepang nya. VE UNS mendapat kelas Kenal Budaya Jepang bersama PSJ UNS selama 4 kali pertemuan. VE UNS belajar bahasa Jepang secara dasar untuk digunakan sehari-hari dan pelafalan nya saja. Sebabnya salah satu lagu yang dikompetisikan juga berbahasa Jepang. Selain itu VE UNS juga belajar tentang budaya Jepang. Salah satu anggota VE, Rana mengatakan \u201cLumayan susah belajar bahasa Jepang, karena pronounce-nya sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia, jadi perlu penyesuaian. Selain itu, kosakatanya juga tidak banyak yang serapan, jadi cukup sulit dihafal. Tapi tetep seru dan pengalaman tersendiri\u201d \u201cAlhamdulillah kami senang, karena sangat membantu untuk kehidupan kami disini. Seperti belajar kata sapaan, terima kasih dan lain-lain. Ketika kami bisa menggunakan bahasa Jepang, rasanya senang sekali\u201d imbuhnya.&nbsp; Saat belajar bahasa Jepang yang digarap oleh Lira Anindita Utami, S.Ds., M.Phil., Ph.D lulusan Chiba University kini berprofesi Dosen FSRD UNS dan Alghiffari mahasiswa FEB UNS mendapat tanggapan menarik dari anggota VE saat belajar Bahasa Jepang bersama. Lira menyampaikan bahwa sangat senang dapat sharing pengalaman waktu di Jepang, bisa membantu hal-hal yang memang dibutuhkan, plus bisa mendengar teman-teman VE berlatih. Cukup menjadi healing moment buat Lira. Pringgo Widyo Laksono, selaku dosen yang mendampingi rombongan menyampaikan bahwa untuk TICC 2022 kali ini, Voca Erudita membawa 37 singer, 2 conductor, 1 official dan seorang dosen pendamping. Opening Concert berlangsung meriah dengan penampilan sesi 1 : Happy Melody (Jepang), disusul penampilan&nbsp; sesi 2: Voces Fidelis (Jepang) dan ditutup penampilan sesi 3 oleh Voca Erudita (Indonesia). Voca Erudita dibantu oleh mas Cahyo Wisnu Rubiyanto, alumni UNS yang sedang studi Doktor di Gifu University, Jepang untuk menjadi MC dalam bahasa Jepang ketika Voca Erudita tampil, sehingga arti dari setiap lagu yang dibawakan semakin tersampaikan kepada para penonton yang menyaksikan. Setelah Opening Concert selesai, Voca Erudita menerima tepuk tangan dan sorakan penonton seperti &#8220;Subarashii&#8221; yang berarti \u201cLuar Biasa\u201d, bahkan terdapat beberapa orang yang mengaku bahwa mereka menangis saat mendengarkan lagu Indonesia Pusaka. Salah satu warga Jepang, Kawai Suzuki menyampaikan \u201c&#8230;Nyanyian serta gerakam tariannya sangat luar biasa kompak yang dilakukan satu grup besar. Semua lagu yang ditampilkan sangat mengagumkan dan gerakan tariannya sangat membuat lagu itu menjadi lebih hidup, keren banget!\u201d ungkapnya. PSM Voca Erudita UNS menyabet gelar Champion of Mixed Choir Category, Champion of Contemporer Category, dan Champion of Folklore Category. Selain itu, Voca Erudita juga berhasil memperoleh penghargaan lain, yaitu Best Interpretation of Mixed Choir Compulsory Song \u201cAki Kaze Ni\u201d, Best Interpretation of Contemporary Song Category \u201cUnder The Sea\u201d, dan Best Interpretation of Baroque Choral Works \u201cDie Himmel Erzahlen Die Ehre Gottes\u201d. Selain PSM Voca Erudita UNS, PSJ UNS harap-harap dapat membantu para unit kegiatan didalam universitas maupun memperluas jaringan dalam berkegiatan di luar kampus UNS. Semoga VE UNS terus bekerja sama dengan PSJ UNS. -AI","og_url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735","og_site_name":"psj lppm","article_published_time":"2022-07-15T10:20:00+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/20220713_161152-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"psj","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"psj","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735"},"author":{"name":"psj","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01"},"headline":"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional","datePublished":"2022-07-15T10:20:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735"},"wordCount":577,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/20220713_161152-scaled.jpg","articleSection":["Kegiatan PSJ UNS"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735","name":"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional - psj lppm","isPartOf":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/20220713_161152-scaled.jpg","datePublished":"2022-07-15T10:20:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#primaryimage","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/20220713_161152-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/20220713_161152-scaled.jpg","width":2560,"height":1920},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=735#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pusat Studi Jepang UNS Dampingi Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita ke kancah Internasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/","name":"psj lppm","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01","name":"psj","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"psj"},"sameAs":["http:\/\/psj.lppm.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?author=1"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}