{"id":446,"date":"2020-01-27T18:20:33","date_gmt":"2020-01-27T11:20:33","guid":{"rendered":"http:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446"},"modified":"2020-01-27T18:20:33","modified_gmt":"2020-01-27T11:20:33","slug":"secuil-cerita-mahasiswa-uns-selama-berkompetisi-di-ai-jam-japan-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446","title":{"rendered":"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"573\" src=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-447\" srcset=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg 1024w, https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-300x168.jpeg 300w, https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-768x430.jpeg 768w, https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45.jpeg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UNS, <a href=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/\">psj.lppm.uns.ac.id<\/a> &#8211; Negara maju, teknologi, bersih, dan ada di benua Asia. Kira-kira ketika Anda dihadapkan pada ciri-ciri tersebut apa yang langsung ada di benakmu? Ya, pasti Anda akan langsung mengatakan bahwa ciri-ciri tersebut merujuk pada negara Jepang, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai\nsalah satu negara maju di dunia, Jepang memang memiliki daya tariknya\ntersendiri. Bukan karena keindahan alamnya saja, namun kemajuan teknologi, kebersihan,\ndan keteraturan cara hidup masyarakatnya menjadi sebuah identitas yang amat\nmelekat bagi Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal\nitulah yang langsung dirasakan oleh kontingen mahasiswa Universitas Sebelas\nMaret (UNS) Surakarta yang berangkat ke Tokyo, Jepang untuk mewakili UNS dalam\najang <em>Advanced Innovation Jam<\/em>\n(AI-JAM) Japan 2019. Kontingen mahasiswa UNS yang terdiri dari Tema, Nur\nHijrah, Intan, Sada, dan Nibras menceritakan bahwa kemajuan teknologi dan\nketeraturan masyarakat Jepang menjadi suatu kesan yang cukup mengena di benak\nmereka masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepada\nKoresponden <em>psj.lppm.uns.ac.id<\/em>,\nsalah satu kontingen, Nur Hijrah, menceritakan bahwa inovasi teknologi yang ia\nlihat selama mengikuti AI-JAM Japan 2019 membuatnya kagum sebab banyak sekali\ninovasi yang belum pernah ia lihat dan ia pikirkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemua\nkarya mereka itu luar biasa. Bahkan, ada satu karya itu berupa rubrik yang bisa\n<em>nge<\/em>&#8211;<em>solve<\/em> sendiri. Dan, rubrik itu melayang sehingga saya mulai\nberpikir <em>kok<\/em> bisa mereka itu karyanya\n<em>out of the box<\/em> semua,\u201d ungkap Nur\nHijrah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesan\npositif lain juga diungkapkan oleh Nibras. Selama di Jepang, ia dibuat kagum\ndengan sikap orang Jepang yang sangat mengapresiasi karya orang lain. Dengan\nadanya apresiasi yang diberikan masyarakat Jepang terhadap suatu karya, Nibras\nmenuturkan bahwa hal tersebut dapat membuka ruang dan kesempatan bagi orang\nJepang untuk berani dalam berkarya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baginya,\nsikap orang Jepang yang dapat menghargai karya orang lain tidak lepas dari\nkonsistensi orang-orang Jepang dalam mengajarkan budaya luhur bangsanya secara\nturun temurun kepada generasi muda, termasuk dalam hal budaya keteraturan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bicara\nsoal keteraturan, Nur Hijrah menceritakan bahwa ia dan teman-temannya sempat terpisah\nakibat jadwal kereta di Jepang sangat disiplin dan jeda disetiap keberangkatan\nkereta sangat singkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi,\nsatu hari sebelum lomba kami ingin segera pulang ke penginapan kami di daerah\nSumida. Ceritanya kami dari Staisun Oshiage, kami berlima terpisah karena\nkereta di sana (red: Jepang) sangat <em>cepet<\/em>\njedanya sekitar 45 detik sampai 1 menit lalu berangkat lagi. Karena, jadwalnya\nsangat disiplin <em>ya<\/em> kami sempat panik\nkarena mau persiapan lomba <em>malah <\/em>terpisah\nkereta,\u201d pungkas Nur Hijrah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senada\ndengan cerita Nur Hijrah, ketua kontingen Intan juga menceritakan bahwa selama\ndi Jepang ia sempat merasa bingung sebab di Jepang ia jarang sekali mendapati\nkursi. Ia merasa bahwa selama di Jepang dalam hal berjalan pun ia dituntut\nuntuk cepat dan teratur sehingga mau tidak mau ia harus menyesuaikan diri\ndengan budaya di sana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar\ndari pengalaman kelima mahasiswa UNS tersebut tentu kita bisa memetik satu\npelajaran berharga bahwa majunya peradaban Jepang bukan diraih dengan memajukan\nteknologinya saja, namun juga mempertahankan keteraturan dan kedisiplinan cara\nhidup masyarakatnya. Meski, sudah banyak dimudahkan dalam kehidupan\nsehari-hari, faktanya orang Jepang juga tidak terlena dan bermalas-malasan\ndengan teknologi yang ada. <strong>(yef)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNS, psj.lppm.uns.ac.id &#8211; Negara maju, teknologi, bersih, dan ada di benua Asia. Kira-kira ketika Anda dihadapkan pada ciri-ciri tersebut apa yang langsung ada di benakmu? Ya, pasti Anda akan langsung mengatakan bahwa ciri-ciri tersebut merujuk pada negara Jepang, bukan? Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang memang memiliki daya tariknya tersendiri. Bukan karena keindahan alamnya saja, namun kemajuan teknologi, kebersihan, dan keteraturan cara hidup masyarakatnya menjadi sebuah identitas yang amat melekat bagi Jepang. Hal itulah yang langsung dirasakan oleh kontingen mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berangkat ke Tokyo, Jepang untuk mewakili UNS dalam ajang Advanced Innovation Jam (AI-JAM) Japan 2019. Kontingen mahasiswa UNS yang terdiri dari Tema, Nur Hijrah, Intan, Sada, dan Nibras menceritakan bahwa kemajuan teknologi dan keteraturan masyarakat Jepang menjadi suatu kesan yang cukup mengena di benak mereka masing-masing. Kepada Koresponden psj.lppm.uns.ac.id, salah satu kontingen, Nur Hijrah, menceritakan bahwa inovasi teknologi yang ia lihat selama mengikuti AI-JAM Japan 2019 membuatnya kagum sebab banyak sekali inovasi yang belum pernah ia lihat dan ia pikirkan sebelumnya. \u201cSemua karya mereka itu luar biasa. Bahkan, ada satu karya itu berupa rubrik yang bisa nge&#8211;solve sendiri. Dan, rubrik itu melayang sehingga saya mulai berpikir kok bisa mereka itu karyanya out of the box semua,\u201d ungkap Nur Hijrah. Kesan positif lain juga diungkapkan oleh Nibras. Selama di Jepang, ia dibuat kagum dengan sikap orang Jepang yang sangat mengapresiasi karya orang lain. Dengan adanya apresiasi yang diberikan masyarakat Jepang terhadap suatu karya, Nibras menuturkan bahwa hal tersebut dapat membuka ruang dan kesempatan bagi orang Jepang untuk berani dalam berkarya. Baginya, sikap orang Jepang yang dapat menghargai karya orang lain tidak lepas dari konsistensi orang-orang Jepang dalam mengajarkan budaya luhur bangsanya secara turun temurun kepada generasi muda, termasuk dalam hal budaya keteraturan. Bicara soal keteraturan, Nur Hijrah menceritakan bahwa ia dan teman-temannya sempat terpisah akibat jadwal kereta di Jepang sangat disiplin dan jeda disetiap keberangkatan kereta sangat singkat. \u201cJadi, satu hari sebelum lomba kami ingin segera pulang ke penginapan kami di daerah Sumida. Ceritanya kami dari Staisun Oshiage, kami berlima terpisah karena kereta di sana (red: Jepang) sangat cepet jedanya sekitar 45 detik sampai 1 menit lalu berangkat lagi. Karena, jadwalnya sangat disiplin ya kami sempat panik karena mau persiapan lomba malah terpisah kereta,\u201d pungkas Nur Hijrah Senada dengan cerita Nur Hijrah, ketua kontingen Intan juga menceritakan bahwa selama di Jepang ia sempat merasa bingung sebab di Jepang ia jarang sekali mendapati kursi. Ia merasa bahwa selama di Jepang dalam hal berjalan pun ia dituntut untuk cepat dan teratur sehingga mau tidak mau ia harus menyesuaikan diri dengan budaya di sana. Belajar dari pengalaman kelima mahasiswa UNS tersebut tentu kita bisa memetik satu pelajaran berharga bahwa majunya peradaban Jepang bukan diraih dengan memajukan teknologinya saja, namun juga mempertahankan keteraturan dan kedisiplinan cara hidup masyarakatnya. Meski, sudah banyak dimudahkan dalam kehidupan sehari-hari, faktanya orang Jepang juga tidak terlena dan bermalas-malasan dengan teknologi yang ada. (yef)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-446","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019 - psj lppm<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019 - psj lppm\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"UNS, psj.lppm.uns.ac.id &#8211; Negara maju, teknologi, bersih, dan ada di benua Asia. Kira-kira ketika Anda dihadapkan pada ciri-ciri tersebut apa yang langsung ada di benakmu? Ya, pasti Anda akan langsung mengatakan bahwa ciri-ciri tersebut merujuk pada negara Jepang, bukan? Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang memang memiliki daya tariknya tersendiri. Bukan karena keindahan alamnya saja, namun kemajuan teknologi, kebersihan, dan keteraturan cara hidup masyarakatnya menjadi sebuah identitas yang amat melekat bagi Jepang. Hal itulah yang langsung dirasakan oleh kontingen mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berangkat ke Tokyo, Jepang untuk mewakili UNS dalam ajang Advanced Innovation Jam (AI-JAM) Japan 2019. Kontingen mahasiswa UNS yang terdiri dari Tema, Nur Hijrah, Intan, Sada, dan Nibras menceritakan bahwa kemajuan teknologi dan keteraturan masyarakat Jepang menjadi suatu kesan yang cukup mengena di benak mereka masing-masing. Kepada Koresponden psj.lppm.uns.ac.id, salah satu kontingen, Nur Hijrah, menceritakan bahwa inovasi teknologi yang ia lihat selama mengikuti AI-JAM Japan 2019 membuatnya kagum sebab banyak sekali inovasi yang belum pernah ia lihat dan ia pikirkan sebelumnya. \u201cSemua karya mereka itu luar biasa. Bahkan, ada satu karya itu berupa rubrik yang bisa nge&#8211;solve sendiri. Dan, rubrik itu melayang sehingga saya mulai berpikir kok bisa mereka itu karyanya out of the box semua,\u201d ungkap Nur Hijrah. Kesan positif lain juga diungkapkan oleh Nibras. Selama di Jepang, ia dibuat kagum dengan sikap orang Jepang yang sangat mengapresiasi karya orang lain. Dengan adanya apresiasi yang diberikan masyarakat Jepang terhadap suatu karya, Nibras menuturkan bahwa hal tersebut dapat membuka ruang dan kesempatan bagi orang Jepang untuk berani dalam berkarya. Baginya, sikap orang Jepang yang dapat menghargai karya orang lain tidak lepas dari konsistensi orang-orang Jepang dalam mengajarkan budaya luhur bangsanya secara turun temurun kepada generasi muda, termasuk dalam hal budaya keteraturan. Bicara soal keteraturan, Nur Hijrah menceritakan bahwa ia dan teman-temannya sempat terpisah akibat jadwal kereta di Jepang sangat disiplin dan jeda disetiap keberangkatan kereta sangat singkat. \u201cJadi, satu hari sebelum lomba kami ingin segera pulang ke penginapan kami di daerah Sumida. Ceritanya kami dari Staisun Oshiage, kami berlima terpisah karena kereta di sana (red: Jepang) sangat cepet jedanya sekitar 45 detik sampai 1 menit lalu berangkat lagi. Karena, jadwalnya sangat disiplin ya kami sempat panik karena mau persiapan lomba malah terpisah kereta,\u201d pungkas Nur Hijrah Senada dengan cerita Nur Hijrah, ketua kontingen Intan juga menceritakan bahwa selama di Jepang ia sempat merasa bingung sebab di Jepang ia jarang sekali mendapati kursi. Ia merasa bahwa selama di Jepang dalam hal berjalan pun ia dituntut untuk cepat dan teratur sehingga mau tidak mau ia harus menyesuaikan diri dengan budaya di sana. Belajar dari pengalaman kelima mahasiswa UNS tersebut tentu kita bisa memetik satu pelajaran berharga bahwa majunya peradaban Jepang bukan diraih dengan memajukan teknologinya saja, namun juga mempertahankan keteraturan dan kedisiplinan cara hidup masyarakatnya. Meski, sudah banyak dimudahkan dalam kehidupan sehari-hari, faktanya orang Jepang juga tidak terlena dan bermalas-malasan dengan teknologi yang ada. (yef)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"psj lppm\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-27T11:20:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"psj\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"psj\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446\"},\"author\":{\"name\":\"psj\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\"},\"headline\":\"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019\",\"datePublished\":\"2020-01-27T11:20:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446\"},\"wordCount\":494,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/26\\\/2020\\\/01\\\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg\",\"articleSection\":[\"Tak Berkategori\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446\",\"name\":\"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019 - psj lppm\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/26\\\/2020\\\/01\\\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-01-27T11:20:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/01\\\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/01\\\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45.jpeg\",\"width\":1200,\"height\":672},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?p=446#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/\",\"name\":\"psj lppm\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01\",\"name\":\"psj\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"psj\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/psj.lppm.uns.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019 - psj lppm","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019 - psj lppm","og_description":"UNS, psj.lppm.uns.ac.id &#8211; Negara maju, teknologi, bersih, dan ada di benua Asia. Kira-kira ketika Anda dihadapkan pada ciri-ciri tersebut apa yang langsung ada di benakmu? Ya, pasti Anda akan langsung mengatakan bahwa ciri-ciri tersebut merujuk pada negara Jepang, bukan? Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang memang memiliki daya tariknya tersendiri. Bukan karena keindahan alamnya saja, namun kemajuan teknologi, kebersihan, dan keteraturan cara hidup masyarakatnya menjadi sebuah identitas yang amat melekat bagi Jepang. Hal itulah yang langsung dirasakan oleh kontingen mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berangkat ke Tokyo, Jepang untuk mewakili UNS dalam ajang Advanced Innovation Jam (AI-JAM) Japan 2019. Kontingen mahasiswa UNS yang terdiri dari Tema, Nur Hijrah, Intan, Sada, dan Nibras menceritakan bahwa kemajuan teknologi dan keteraturan masyarakat Jepang menjadi suatu kesan yang cukup mengena di benak mereka masing-masing. Kepada Koresponden psj.lppm.uns.ac.id, salah satu kontingen, Nur Hijrah, menceritakan bahwa inovasi teknologi yang ia lihat selama mengikuti AI-JAM Japan 2019 membuatnya kagum sebab banyak sekali inovasi yang belum pernah ia lihat dan ia pikirkan sebelumnya. \u201cSemua karya mereka itu luar biasa. Bahkan, ada satu karya itu berupa rubrik yang bisa nge&#8211;solve sendiri. Dan, rubrik itu melayang sehingga saya mulai berpikir kok bisa mereka itu karyanya out of the box semua,\u201d ungkap Nur Hijrah. Kesan positif lain juga diungkapkan oleh Nibras. Selama di Jepang, ia dibuat kagum dengan sikap orang Jepang yang sangat mengapresiasi karya orang lain. Dengan adanya apresiasi yang diberikan masyarakat Jepang terhadap suatu karya, Nibras menuturkan bahwa hal tersebut dapat membuka ruang dan kesempatan bagi orang Jepang untuk berani dalam berkarya. Baginya, sikap orang Jepang yang dapat menghargai karya orang lain tidak lepas dari konsistensi orang-orang Jepang dalam mengajarkan budaya luhur bangsanya secara turun temurun kepada generasi muda, termasuk dalam hal budaya keteraturan. Bicara soal keteraturan, Nur Hijrah menceritakan bahwa ia dan teman-temannya sempat terpisah akibat jadwal kereta di Jepang sangat disiplin dan jeda disetiap keberangkatan kereta sangat singkat. \u201cJadi, satu hari sebelum lomba kami ingin segera pulang ke penginapan kami di daerah Sumida. Ceritanya kami dari Staisun Oshiage, kami berlima terpisah karena kereta di sana (red: Jepang) sangat cepet jedanya sekitar 45 detik sampai 1 menit lalu berangkat lagi. Karena, jadwalnya sangat disiplin ya kami sempat panik karena mau persiapan lomba malah terpisah kereta,\u201d pungkas Nur Hijrah Senada dengan cerita Nur Hijrah, ketua kontingen Intan juga menceritakan bahwa selama di Jepang ia sempat merasa bingung sebab di Jepang ia jarang sekali mendapati kursi. Ia merasa bahwa selama di Jepang dalam hal berjalan pun ia dituntut untuk cepat dan teratur sehingga mau tidak mau ia harus menyesuaikan diri dengan budaya di sana. Belajar dari pengalaman kelima mahasiswa UNS tersebut tentu kita bisa memetik satu pelajaran berharga bahwa majunya peradaban Jepang bukan diraih dengan memajukan teknologinya saja, namun juga mempertahankan keteraturan dan kedisiplinan cara hidup masyarakatnya. Meski, sudah banyak dimudahkan dalam kehidupan sehari-hari, faktanya orang Jepang juga tidak terlena dan bermalas-malasan dengan teknologi yang ada. (yef)","og_url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446","og_site_name":"psj lppm","article_published_time":"2020-01-27T11:20:33+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"psj","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"psj","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446"},"author":{"name":"psj","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01"},"headline":"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019","datePublished":"2020-01-27T11:20:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446"},"wordCount":494,"image":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg","articleSection":["Tak Berkategori"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446","name":"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019 - psj lppm","isPartOf":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45-1024x573.jpeg","datePublished":"2020-01-27T11:20:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#primaryimage","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45.jpeg","contentUrl":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-27-at-18.15.45.jpeg","width":1200,"height":672},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?p=446#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Secuil Cerita Mahasiswa UNS Selama Berkompetisi di AI-JAM Japan 2019"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/","name":"psj lppm","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/d2440c8fe36d0a4a18bd3e4acda54a01","name":"psj","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac5a06c303f5c24aaabcf2587367532a17fc51cb1624764cc5bb4ca76cd7f2c8?s=96&d=mm&r=g","caption":"psj"},"sameAs":["http:\/\/psj.lppm.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/?author=1"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=446"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/446\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psj.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}