Introduksi Super Science High School Project Model Jepang

Pusat Studi Jepang pada tahun 2014 menyelenggarakan penelitian tentang Introduksi dan Adaptasi Program Super Science Model Jepang di SMA. Penelitian didanai oleh Hibah Penelitian Perkuatan Institusi UNS, berlangsung selama satu tahun. Riset analisis program Super Science High School (SSHs) telah dilaksanakan pada tahun 2013 melalui pendanaan yang disponsori oleh Graduate School of Education and Human Development Nagoya University.

Kajian kebijakan SSHs dan implementasinya dilaksanakan di SMA Afiliasi Tamagawa Gakuen di Saitama, SMA Zuiryo dan SMA Toyota Higashi di Prefektur Aichi. Program SSHs diperkenalkan oleh pemerintah Jepang pada tahun 2002, dan dimulai penerapannya di 26 sekolah. Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT) yang bertugas untuk menentukan dan menyeleksi sekolah-sekolah yang akan ditunjuk untuk melaksanakan SSHs. Lembaga kedua yang terlibat adalah JST (Japan Science and Technology Association) yang berperan menyediakan digital data yang dapat diakses oleh siswa-siswa dalam program SSHs.

Program SSHs pada dasarnya adalah upaya peningkatan minat siswa-siswa SMA pada bidang sains, teknologi, dan matematika, melalui penerapan Kurikulum pendidikan saintekmat yang berbasis pemecahan masalah dan proyek. Untuk meningkatkan minat siswa pada bidang riset saintekmat, diselenggarakan kerjasama dengan dosen dan pakar dari perguruan tinggi dan lembaga riset, baik milik pemerintah maupun swasta. Lembaga yang terlibat, di antaranya adalah JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency), JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology).

Pembelajaran saintekmat yang difokuskan pada kegiatan proyek terbukti meningkatkan peminatan siswa pada bidang saintekmat, dan mampu melatih siswa untuk melaksanakan riset berbasis permasalahan kontekstual dan kelokalan. Siswa-siswa SMA banyak menghabiskan waktu belajar di lapangan, dengan melakukan pengamatan dan mengembangkan penelitian eksperimen.

Pusat Studi Jepang LPPM UNS mencoba mengintroduksikan Program SSHs melalui model penerapan yang dimodifikasi, yaitu dengan kegiatan perkuliahan saintek yang disampaikan oleh dosen-dosen UNS, yang sekaligus merupakan peer group PSJ, pembentukan kelompok riset siswa dan guru, dan pembimbingan pelaksanaan riset hingga penulisan serta penyusunan presentasi riset. Proses pembimbingan dilaksanakan oleh Tim PSJ.

Pada tahun 2014, introduksi direncanakan pada tiga sekolah, yaitu SMA N 3 Surakarta, SMA N 1 Karanganyar, dan MAN 2 Surakarta. Program sedang berjalan di MAN 2 Surakarta, sementara di SMA N 3 Surakarta, dan SMA N 1 Karanganyar masih menunggu penjadwalan ulang pelaksanaan.

Pada tahun 2015, direncanakan akan dilakukan riset lanjutan SSHs, yang difokuskan pada kegiatan introduksi lanjutan dan pemetaan terkait dengan Students’Engagement in Science and Technology. Program ini merupakan salah satu penelitian unggulan PSJ yang telah dicanangkan dalam road map lima tahunan.